Thursday, May 17, 2012

Sistim Pneumatik dan Hidrolik - Kuliah 11


Diagram Displacement-Step (D-S) Sistim 2 Silinder (lanjutan)

pneumatik_fig30

Gambar 30. Diagram Rangkaian - Langkah 1 (atas) & Langkah 2 (bawah)

pneumatik_fig31

Gambar 31. Diagram Rangkaian - Langkah 4 (atas) & Langkah 5 (bawah)

pneumatik_fig32

Gambar 32. Diagram Rangkaian - Langkah 5 (selesai)

Sistim Pneumatik dan Hidrolik - Kuliah 10


Diagram Displacement-Step (D-S) Sistim 2 Silinder

pneumatik_fig26

Gambar 26. Diagram Displacement-Step (D-S)


Urut-urutan Gerakan Silinder
Langkah 1: 1S1 dan 2S1 diaktifkan Silinder 1A maju
Langkah 2: 1S3 diaktifkan Silinder 2A maju
Langkah 3: 2S2 diaktifkan Silinder 1A mundur
Langkah 4: 1S2 diaktifkan Silinder 2A mundur
Langkah 5: 2S1 diaktifkan Kembali ke Posisi Awal (Langkah 1)

pneumatik_fig27

Gambar 27. Urut-urutan kerja sistim 2 silinder
pneumatik_fig28
Gambar 28. Aplikasi sistim dengan 2 silinder pneumatik
pneumatik_fig29

Gambar 29. Diagram Rangkaian– Posisi Awal

Sistim Pneumatik dan Hidrolik - Kuliah 9


Rantai Kendali Sistim Pneumatik

pneumatik_fig23
Gambar 23. Contoh Rantai Kendali Sistim Pneumatik
Catatan:
  • Power component (1A): komponen penggerak
  • Control element (1V2): elemen kendali
  • Processing element (1V1): elemen pemrosesan
  • Input element (1S1, 1S2, 1S3): elemen-elemen masukan
  • Supply element (0Z, 0S): elemen-elemen pemasok udara bertekanan
pneumatik_fig24
Gambar 24. Perbandingan Aliran Informasi antara Sistim Pneumatik dengan Sistim Elektronik
pneumatik_fig25
Gambar 25. Standar garis sinyal pada diagram D-S

Sistim Pneumatik dan Hidrolik - Kuliah 8


Sensor Mekanis / Katup Roller

pneumatik_fig20

Gambar 20. Katup Diaktifkan dengan Roller

Keterangan:
  • Gambar 20 (a) Katup normal roller
  • Gambar 20 (b) Katup idle return roller
pneumatik_fig21
Gambar 21. Aplikasi Katup Push-button3/2 dan katup 3/2 air piloted – spring return untuk menggerakan silinder pneumatic (indirect drive)
Keterangan :
Gambar 21 (atas) push-button belum diaktifkan, (bawah) push-button diaktifkan.
Gambar 21 menunjukan cara pengendalian gerakan silinder pneumatic secara tidak langsung (indirect dirive) dimana elemen 1.1 katup 3/2 spring return berfungsi sebagai elemen kendali arah bagi gerakan maju mundur silinder sebagai akibat komando yang diberikan dari penekanan katup push-button.
pneumatik_fig22
Gambar 22. Rangkaian Pneumatik Logika AND (atas) dan Logika OR (bawah)
Catatan:
  • Katup 1.6 pada Gambar 22 (A) adalah Katup Logika AND
  • Katup 1.6 pada Gambar 22 (B) adalah Katup Logika OR
Tabel Logika
Input X
Input Y
Output A (AND)
Output A (OR)
1
0
0
1
0
1
0
1
1
1
1
1

Sistim Pneumatik dan Hidrolik - Kuliah 7


Katup Pengendali Arah

Katup pengendali arah berfungsi untuk mengatur aliran sinyal udara bertekanan. Penamaan standar untuk katup jenis terdiri dari dua digit angka yang dipisah oleh tanda garis miring (/). Contoh penamaan diberikan pada keterangan dibawah ini,
Sebagai contoh suatu katup yang diberi kode 3/2 berarti memiliki 3 port (saluran udara) dan dua posisi kerja.
Katup pengendali arah dibagi menjadi tiga bagian, yakni
power elements (Elemen Daya), signaling elements (Elemen persinyalan) dan processing elements (Elemen Pemrosesan).
Simbol Katup-katup Pengendali Arah

pneumatik_fig17
Gambar 17. Simbol Katup-katup Pengendali Arah

Keterangan:
  • Gambar A: Katup 3/2 aktifasi dengan udara – single piloted (NC), kembali ke posisi awal dengan tekanan udara
  • Gambar B: Katup 3/2 aktifasi dengan udara – doubble piloted (NC), kembali ke posisi awal dengan udara bertekanan
  • Gambar C: Katup 5/2 aktifasi dengan solenoid (NC), kembali ke posisi awal dengan tekanan pegas
  • Gambar D: Katup 5/2 aktifasi dengan udara bertekanan ganda – doubble piloted (NC), kembali ke posisi awal dengan udara bertekanan

Katup Pengendali Arah sebagai Elemen Daya

Katup pengendali arah yang difungsikan sebagai elemen daya mengatus aliran udara bertekanan ke silinder pneumatic yang akan dikerjakan. Untuk keperluan ini, katup berfungsi sebagai elemen pengatur gerak maju-mundur dari silinder yang dihubungkan dengan katup tersebut. Contoh aplikasi dari katup pengendali arah dengan fungsi ketenagaan diperlihatkan pada Gambar 18. Pengaturan gerakan maju-mundur dari silinder diatur dengan memberikan sinyal komando yang sesuai pada port 12 untuk gerakan mundur dan port 14 untuk gerakan maju. Sinyak komando dengan tekana udara yang rendah sebesar 6 bar digunakan untuk mengatur kerja maju-mundur dari silinder pneumatik yang memiliki tekan udara kerja yang lebih besar yakni sebesar 100 bar.

pneumatik_fig18
Gambar 18. Aplikasi Katup 5/2 aktifasi dengan udara(A) dan
Bentuk Fisik Blok Katup 5/2 Doubble Piloted (B)

pneumatik_fig19
Gambar 19. Penampang Melintang Katup 5/2 Doubble Piloted

Keterangan:
  • Gambar 20 (atas) – Katup diaktifkan melalui port 12
  • Gambar 20 (bawah) – Katup diaktifkan melalui port 14

Sistim Pneumatik dan Hidrolik - Kuliah 6


Simbol untuk Katup-katup Pneumatik

pneumatik_fig15
Gambar 15. Simbol untuk Katup-katup Pneumatik

Penampang Melintang Silinder Pneumatik
pneumatik_fig16
Gambar 16. Penampang Melintang Silinder Pneumatik dalam Keadaan Memanjang (A) dan keadaan Memendek (B)

Sistim Pneumatik dan Hidrolik - Kuliah 5


Katup Pneumatik Saklar Tekan (lanjutan kuliah 4)

Gambar 13. Adalah diagram rangkaian pneumatik yang menunjukan penggunaan saklar tekan pneumatik yang secara langsung (direct) menggerakan aktuator atau elemen daya (silinder pneumatik).
pneumatik_fig13
Gambar 13. Contoh Aplikasi Saklar Tekan Pneumatik (Simbolik) – Direct Drive

pneumatik_fig14
Gambar 14. Simbol untuk Metode Aktivasi Katup-katup Pneumatik
Catatan:
  • General manual operation: katup untuk operasi umum secara manual
  • Pushbutton: katup yang dioperasikan dengan menekan tombol
  • Detent lever operation: katup dengan tombol yang dapat terkunci
  • Foot pedal operation: katup pedal dioperasikan dengan kaki
  • Spring return: kembali ke posisi awal dengan gaya tekan pegas
  • Spring centered: berada pada posisi tengah dengan gaya tekan pegas
  • Roller operated: dioperasikan dengan menggunakan roller
  • Idle return roller: roller yang bekerja hanya dalam satu arah (arah maju roller bekerja – arah mundur tidak)